Marc Marquez Akan Jalani Operasi Ke Empat. Hasilnya?

Marc Marquez, salah satu pembalap ternama dari Repsol Honda akan menjalani operasi ke empat pada lengan atas ( Humerus ).

Pada tanggal 1 Juli 2022 nanti akan dianggapnya sebagai mimpi buruk. Namun, ia yakin ini keputusan terbaik demi memulihkan kondisi fisiknya dan bisa kembali merebut gelar dunia di MotoGP. Hal ini ia konfirmasi ke Arena678 , Sabtu (28/5/2022), di Mugello, Italia.

Marc Marquez diketahui mengalami patah tulang humerus kanan akibat kecelakaan hebat dalam balapan MotoGP Jerez, Spanyol, pada tengah 2020. Operasi pertama digelar dua hari setelah insiden, di mana dokter menanamkan plat titanium dan belasan sekrup pada lengannya. Sayang, plat titanium itu patah saat Marquez membuka pintu di rumah.

Marc Marquez

Alhasil, Marc Marquez harus menjalani operasi kedua pada hari yang sama. Akibat insiden domestik ini, Marquez harus absen dari sisa musim 2020 dan menjalani operasi ketiga pada akhir tahun akibat infeksi pada area yang sama. Dua tahun kemudian, lengan Marquez masih tak kunjung pulih 100%, sehingga ia berkonsultasi dengan banyak dokter.

Usai MotoGP Jerez pada awal Mei lalu, dr. Samuel Antuna dan dr. Angel Cotorro melakukan analisis mendalam dan akhirnya menyarankan Marquez untuk menjalani operasi dengan dr. Sanchez Sotelo di Mayo Clinic, Minnesota, Amerika Serikat. Konfirmasi soal operasi ini diterima Marquez usai sesi FP1 di Mugello, Jumat (27/5/2022).

“Saya merasakan keterbatasan besar sejak kembali, tapi saya tak pernah menyerah, terus bekerja keras, menuruti semua perkataan dokter demi memberi kans pada lengan saya. Namun, musim ini saya sadar saya tak bersenang-senang, sangat menderita, sangat kesakitan, tak punya tenaga, dan tak bisa berkendara seperti yang saya mau,” ujarnya.

Marquez, yang mulai mengalami cedera bahu kiri karena kelewat ngotot dengan lengan kiri, menyatakan bahwa dirinya mulai menginginkan tindakan medis lanjutan sejak Oktober 2021, ketika ia mengalami cedera diplopia. Para dokter pun menyatakan hal itu tak bisa dilakukan karena tulangnya belum pulih sempurna sehingga berisiko tinggi.

“Saya bekerja keras dalam empat bulan terakhir, tapi tak melihat kemajuan. Saya lalu rapat lagi dengan para dokter usai balapan di Jerez. Mereka kembali mengevaluasi dan lalu mempertimbangkan operasi. Ini sulit karena saya sudah mengerahkan segalanya demi menghindari operasi lagi, karena saya tak mau lengan saya terbuka lagi, namun adalah jalan untuk pulih,” tutur Marquez.

Meski begitu, Marquez menyebut salah satu hal terbaik dari keputusan ini adalah masalahnya kini sudah lebih jelas, yakni terdapat rotasi besar pada lengannya. “Anda bisa melihat gaya balap saya berubah. Ini bukan karena motor, melainkan karena saya. Lengan saya tak ada di posisi yang alami,” lanjut rider berusia 29 tahun ini.

Marquez menyatakan, dr. Antuna merekomendasikan dr. Sotelo karena ia merupakan dokter terbaik di dunia dalam menangani cedera sejenis. Dr. Sotelo bahkan sudah sempat mengunjungi Marquez di Spanyol pada Oktober 2021. “Rasa-rasanya memang seperti mimpi buruk, namun saya yakin saya akan segera kembali,” ucap Marquez.

“Ini bakal berat dan saya tak tahu kapan akan kembali, namun saya harus melakukannya sekarang karena para dokter sama sekali tak ragu. Kita lihat saja nanti apakah saya bisa segera kembali, namun saya tidak buru-buru. Usai operasi, kami akan melakukan segalanya secara bertahap,” lanjut delapan kali juara dunia ini.

“Namun, tentu pemulihan saya bakal sangat lama. Alasan saya melakukannya sekarang adalah karena saya tak mungkin berkendara seperti ini terus, saya sangat menderita, tiap akhir pekan rasanya mimpi buruk karena saya harus ngotot. Namun, saya akan kembali dan semua ini saya lakukan demi mempersiapkan 2023,” tutupnya.

Usai mengumumkan operasinya yang keempat, Marquez tetap menjalani balapan di Mugello pada Minggu (29/5/2022) dan finis di posisi 10. Ia pun saat ini berada di peringkat 9 pada klasemen pembalap dengan 60 poin, sebagai rider Honda terbaik. Selama absen, ia diprediksi akan digantikan oleh test rider Honda, Stefan Bradl.