Barcelona Berutang Tapi Bisa Rekrut Pemain Top.

Aktivitas Barcelona di bursa transfer musim panas ini mengundang tanda tanya besar. Barca terlilit utang bernilai fantastis, tapi masih bisa merekrut pemain-pemain berkualitas.

Tahun lalu, Joan Laporta secara blak-blakan mengatakan bahwa total utang Barca mencapai 1,3 miliar euro. Angka tersebut sangat besar, bahkan untuk klub top selevel Barca.

Jumlah utang sebesar itu tentu membatasi pergerakan Barca. Segala cara dilakukan, mulai dari pemotongan gaji, menggaet sponsor besar, dan teranyar menjual hak siar serta merchandise.

Intinya, Barca harus menjual aset untuk belasan tahun ke depan supaya bisa mendapatkan uang kontan dalam jumlah besar musim panas ini. Uang itulah yang digunakan untuk melunasi sebagian utang Barca.

Kesulitan finansial Barca pun berdampak pada para pemain. Selain pemotongan gaji, ada pula pemain yang gajinya belum dibayar secara penuh, seperti Frenkie de Jong.

Selain itu, Barca juga tidak bisa menawarkan gaji besar pada pemain yang mereka rekrut musim panas ini. Nama-nama seperti Robert Lewandowski, Raphinha, dan Franck Kessie harus menerima gaji yang lebih kecil.

Anehnya, pemain-pemain itu masih bisa terima. Mereka rela menerima gaji lebih kecil asal bisa bermain untuk Barcelona.

“Nama besar klub di level global, sejarah klub, dan fakta bahwa ada proyek menarik yang sedang berjalan juga membantu,” ujar Xavi, pelatih Barcelona.

Xavi menegaskan bahwa Barca tetaplah Barca, magnet bagi pesepak bola top. Memang masalah finansial dan internal klub tidak bisa dibantah, tapi kualitas Barca di level dunia tidak lantas menurun.

“Saya kira beginilah Barcelona. Bahkan setelah periode yang tidak begitu bagus, Barca tetaplah Barca, dan banyak orang yang tertarik bermain di sini,” sambung Xavi.

“Ada semangat untuk kembali ke level top. Bahwa pemain selevel Lewandowski mau datang ke sini adalah tanda kesuksesan Barca.”

Xavi pun mengaku ikut terlibat langsung dalam proses perekrutan tersebut. Dia membantu meyakinkan pemain mengenai proyek Barca untuk kembali ke level top.

“Saya terlibat, sebab begitulah saya. Ketika saya melakukan sesuatu, saya terlibat 100%. Jika tidak, saya lebih baik berdiam di rumah,” sambung Xavi.

“Saya ingin mereka datang, menikmati permainan, membuat mereka merasa penting. Namun, tentu status Barca juga membantu, yaitu sebagai magnet untuk pesepak bola,” tandasnya.